Pasar finansial global pada akhir tahun 2025 menunjukkan dinamika yang sangat menarik. Saat ini, harga emas dunia kembali mencetak rekor sejarah. Di sisi lain, aset kripto utama yaitu Bitcoin (BTC) terpantau stabil di kisaran angka USD 89.000. Fenomena Bitcoin emas digital 2025 ini berjalan seiring dengan bangkitnya bursa saham di Asia.
Emas Meroket, Bitcoin Menunggu Momentum
Harga emas telah menembus angka tertinggi sepanjang masa di atas USD 4.380 per ons. Lonjakan ini dipicu oleh tensi geopolitik yang belum mereda. Selain itu, muncul ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve AS akan memotong suku bunga pada tahun 2026.
Menariknya, Bitcoin tidak lagi bergerak berlawanan arah secara ekstrem. Meskipun sempat turun dari puncak bulan Oktober, BTC menunjukkan ketahanan luar biasa di level USD 89.000. Stabilitas inilah yang memperkuat status Bitcoin sebagai “Emas Digital” dalam portofolio investasi modern.
Dominasi Institusi: Penyerap Tekanan Jual
Data terbaru dari K33 Research mengungkapkan fakta penting. Ternyata, fase penjualan besar-besaran oleh pemegang jangka panjang mulai berakhir. Sebaliknya, para investor institusi justru semakin agresif menyerap suplai Bitcoin.
Bahkan, laporan pasar menunjukkan bahwa manajer portofolio kini lebih condong untuk melakukan aksi buy the dip. Hal ini dibuktikan dengan masuknya aliran dana bersih ke ETF Bitcoin spot AS yang mencapai ratusan juta dolar. Oleh karena itu, peran institusi menjadi kunci stabilitas harga saat ini.
Masa Depan Ekonomi Digital Menuju 2026
Meskipun likuiditas di akhir tahun cenderung tipis, optimisme pasar tetap tinggi. Kapitalisasi pasar kripto global kini stabil di angka USD 3 triliun. Dengan demikian, sinergi antara ekonomi tradisional dan ekonomi digital akan menjadi tren utama tahun depan.
Bagi para pengamat finansial, konsolidasi di bawah level $90.000 ini dianggap sebagai landasan pacu. Jadi, ada potensi reli baru yang akan terjadi pada kuartal pertama tahun 2026 mendatang.
Sumber: