Kenapa Pandji Tidak Bahas Anies di Mens Rea? Ini Jawaban Lengkap

Sejak pertunjukan Stand-Up Comedy spesial “Mens Rea” resmi tayang di Netflix, media sosial riuh dengan satu pertanyaan besar: Kenapa Pandji Pragiwaksono tidak membahas Anies Baswedan? Mengingat kedekatan sejarah mereka di masa lalu, banyak yang menuding Pandji “cari aman” atau pilih kasih dalam melempar kritik politik.

Namun, melalui video klarifikasi terbarunya, Pandji akhirnya membedah alasan teknis dan ideologis di balik keputusan tersebut. Ternyata, alasannya jauh lebih mendalam daripada sekadar suka atau tidak suka. Oleh karena itu, mari kita bedah poin-poin penting yang menjadi landasan Pandji dalam menyusun materi Mens Rea.

1. Perbedaan Jabatan: Pejabat Publik vs Warga Sipil

Alasan utama yang ditegaskan Pandji adalah mengenai status jabatan. Menurut Pandji, materi dalam Mens Rea didesain untuk mengkritik mereka yang sedang memegang kekuasaan (pejabat publik).

  • Siapa yang dibahas? Tokoh seperti Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Bahlil Lahadalia, hingga Fadli Zon.
  • Kenapa mereka? Karena mereka adalah pejabat aktif yang digaji menggunakan duit pajak rakyat.

Berbeda dengan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, hingga Ahok. Saat pertunjukan tersebut dibuat dan ditayangkan, nama-nama ini sedang tidak menjabat sebagai pejabat publik. Jadi, menurut prinsip Pandji, mengkritik orang yang tidak memegang anggaran negara (pajak) menjadi tidak relevan dalam konteks pengawasan rakyat terhadap pemerintah.

2. Rekam Jejak Kritik: Pandji Adalah YouTuber Paling Kritis Terhadap Anies

Bagi yang menuduh Pandji tidak berani mengkritik Anies, Pandji memberikan tantangan terbuka. Faktanya, Pandji mengklaim dirinya adalah YouTuber (individu, bukan media) yang paling sering dan paling keras mengkritik Anies Baswedan sejak periode 2017 hingga 2023.

Beberapa bukti sejarah kritik Pandji terhadap Anies antara lain:

  • Video review 2 jam 22 menit tentang masa jabatan Anies dengan skor hanya 2 dari 5 bintang.
  • Kritik pedas soal tuduhan korupsi Formula E dan kegagalan program DP 0%.
  • Berbagai punchline legendaris, mulai dari materi “Septic Tank” hingga kritik langsung di depan wajah Anies saat acara Adili Idola.

3. Kasus Spesial: Jokowi dan Dharma Pongrekun

Muncul pertanyaan: Kenapa Jokowi dan Dharma Pongrekun dibahas padahal (saat itu/nanti) tidak menjabat? Pandji menjelaskan bahwa Presiden adalah jabatan spesial. Tidak ada istilah “mantan” dalam sejarah kebijakan; apa yang dikatakan dan dilakukan Presiden ke-7 akan selalu menjadi catatan sejarah yang layak dibahas selamanya.

Sementara itu, untuk kasus Dharma Pongrekun, alasannya jauh lebih sederhana namun jujur: “Beliau terlalu lucu untuk tidak dibahas di acara komedi.” ### 4. Konteks Luar: Komedi Sebagai Alat Kontrol Sosial Selain alasan teknis yang disampaikan Pandji, kita perlu melihat konteks yang lebih luas di Indonesia. Stand-up comedy politik di Indonesia, terutama melalui Mens Rea, bukan didesain untuk menjatuhkan politisi, melainkan untuk mengedukasi rakyat.

Banyak penonton yang mengaku baru mencari tahu (googling) tentang kasus-kasus seperti Irjen Teddy Minahasa atau rekam jejak aktivis 98 setelah menonton Mens Rea. Dengan demikian, komedi berfungsi sebagai jembatan informasi bagi masyarakat yang mungkin jenuh dengan berita politik yang kaku.


Kesimpulan

Jawaban atas pertanyaan “Kenapa Pandji tidak bahas Anies di Mens Rea?” bukanlah karena takut atau mendukung, melainkan karena prinsip pajak dan jabatan. Pandji memilih menggunakan panggungnya untuk menagih akuntabilitas dari mereka yang sedang mengelola uang rakyat.

Jadi, jika Anda merasa ada politisi lain yang lebih lucu atau layak dikritik, Pandji justru mendorong komika lain untuk menyuarakannya. Sebab, kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, asalkan berbasis data dan fakta yang ada.

Nonton Penjelasan Lengkap Pandji di Sini: 👉 YouTube Pandji Pragiwaksono – Kenapa Tidak Bahas Anies?

Leave a Reply